Halving adalah pengurangan dalam imbalan
penambangan koin kripto. Kasus paling terkenal dari Halving kripto adalah
Bitcoin Halving, yang juga juga sering dikaitkan dengan kenaikan nilainya
terhadap mata uang fiat, mengingat Halving pada dasarnya adalah mengurangi
pasokan mata uang kripto.
Bitcoin memiliki sifat terdesentralisasi yang berarti bahwa tidak ada otoritas pusat yang mengendalikan pasokannya. Satoshi Nakamoto mendesain proses penambangan Bitcoin agar serupa dengan ekstraksi emas, yang dilakukan dengan pandangan bahwa jumlah emas itu terbatas, sehingga tingkat pasokannya akan semakin menurun seiring dengan berjalannya waktu.
Jumlah
Bitcoin yang beredar akan terus tumbuh hingga batas maksimal 21 juta. Namun
untuk memastikan pengendalian pasokannya, aturan dalam Bitcoin didesain untuk
secara bertahap menurunkan reward penambang setiap empat tahun sekali. Imbalan
ini akan dibelah menjadi dua (halving) hingga tercapai jumlah 21 juta Bitcoin
yang beredar di pasaran. Dengan demikian, sistem ini bisa bertindak sebagai
jangkar untuk memastikan nilai Bitcoin terus naik. Teori dalam grafik di atas
menyatakan bahwa perubahan dalam tingkat Supply menghasilkan perubahan
proporsional dalam nilai Bitcoin. Oleh karena itu, pengurangan tingkat koin
beredar untuk Bitcoin harus mengarah pada pengurangan proporsional. Jika kita
asumsikan dalam hal permintaan dan penawaran sederhana, mungkin jelas bahwa
harga Bitcoin akan terus naik setelah Halving terjadi. Menurut penelitian yang
dilakukan pada tahun 2012, 78 persen Bitcoin tidak akan beredar tetapi hanya
disimpan oleh para penggunanya. Fakta yang kini muncul adalah, 75 persen dari
semua Bitcoin telah ditambang dan ini dapat membuat orang lebih tertarik untuk
menyimpan Bitcoin daripada menggunakannya sebagai alat pembayaran. Apalagi, ada
opsi Altcoin sebagai sarana untuk membelanjakan uang mereka, sehingga wajar
jika para pemilik Bitcoin nantinya cuma akan menggunakan kripto ini sebagai
sarana investasi.
Jejak Bitcoin Halving
Hingga
artikel ini ditulis pada April 2019, Halving dalam blok Bitcoin hanya pernah
terjadi 2 kali, yakni pada tanggal 28 November 2012 dan 9 Juli 2016. Pada
Halving pertama, imbalan penambang turun dari 50 BTC per blok menjadi 25 BTC
per blok.
Sementara
pada Halving kedua, proses dilakukan pada penambangan blok ke 420,000 di
Blockchain Bitcoin, dengan imbalan penambang yang diturunkan dari 25 BTC per
blok menjadi 12.5 BTC per blok. Halving tersebut juga berarti bahwa jumlah
Bitcoin baru yang dicetak setiap hari mengalami pengurangan. Per 9 Juli 2016,
rilis koin per hari sudah turun dari 3,600 BTC menjadi 1,800 BTC per hari.
Menurut
data dari bitcoinblockhalf[dot]com, Halving berikutnya akan terjadi pada
tanggal 24 Mei 2020, dengan penurunan reward dari 12.5 BTC per blok menjadi
hanya 6.25 BTC per blok.
Cara Satoshi Memerangi Inflasi
Gagasan di balik Halving yang dilakukan secara
berkala adalah untuk memastikan Bitcoin tidak mengalami pengurangan nilai dari
waktu ke waktu. Satoshi Nakamoto menjelaskan prosesnya dalam sebuah pernyataan
berikut:
"Fakta bahwa koin baru diproduksi berarti jumlah uang beredar meningkat sesuai dengan jumlah yang direncanakan... jika jumlah uang beredar bertambah sementara jumlah penggunanya juga meningkat dalam laju yang sama, harga akan tetap stabil. Namun apabila pasokan Bitcoin tidak meningkat secepat permintaan, maka nilai Bitcoin akan terus bertambah."
Untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, Satoshi memilih skala logaritmik dalam menetapkan tanggal Halving. Ini berarti bahwa meskipun 80 persen dari pasokan Bitcoin telah ditambang dalam 10 tahun pertama, Bitcoin terakhir tidak akan dirilis hingga tahun 2140. Sehingga, para penambang masih memiliki waktu lebih dari seabad untuk mendapatkan insentif yang dijamin atas partisipasi mereka dalam jaringan.
"Fakta bahwa koin baru diproduksi berarti jumlah uang beredar meningkat sesuai dengan jumlah yang direncanakan... jika jumlah uang beredar bertambah sementara jumlah penggunanya juga meningkat dalam laju yang sama, harga akan tetap stabil. Namun apabila pasokan Bitcoin tidak meningkat secepat permintaan, maka nilai Bitcoin akan terus bertambah."
Untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, Satoshi memilih skala logaritmik dalam menetapkan tanggal Halving. Ini berarti bahwa meskipun 80 persen dari pasokan Bitcoin telah ditambang dalam 10 tahun pertama, Bitcoin terakhir tidak akan dirilis hingga tahun 2140. Sehingga, para penambang masih memiliki waktu lebih dari seabad untuk mendapatkan insentif yang dijamin atas partisipasi mereka dalam jaringan.
Efek Samping Dari Bitcoin Halving
Sisi negatif dari Bitcoin Halving adalah: banyak penambang akan menghentikan operasi mereka karena imbalan semakin berkurang. Pemberian imbalan yang lebih sedikit akan membuat lebih banyak penambang merugi dan pindah ke mata uang kripto lainnya. Ini secara langsung akan menurunkan tingkat Hash pada jaringan Bitcoin, yang kemudian berpengaruh pada kecepatan transaksi pengguna.
Marco Streng, salah satu pendiri Genesis Mining memberikan harga $200 untuk menghasilkan satu BTC pada Halving pertama. Setelah Halving kedua terjadi, harga tersebut naik menjadi sekitar $400. Karena biaya yang dikeluarkan belum menghasilkan keuntungan, penambang besar dipastikan akan tetap mempertahankan operasinya meskipun penghasilan turun. Sementara itu, jumlah penambang kecil yang tidak efisien akan mengalami penurunan, karena mereka tidak mendapatkan keuntungan setelah Halving berikutnya terjadi.
Bagaimana Harga Bitcoin Setelah Halving 2020?
Sisi negatif dari Bitcoin Halving adalah: banyak penambang akan menghentikan operasi mereka karena imbalan semakin berkurang. Pemberian imbalan yang lebih sedikit akan membuat lebih banyak penambang merugi dan pindah ke mata uang kripto lainnya. Ini secara langsung akan menurunkan tingkat Hash pada jaringan Bitcoin, yang kemudian berpengaruh pada kecepatan transaksi pengguna.
Marco Streng, salah satu pendiri Genesis Mining memberikan harga $200 untuk menghasilkan satu BTC pada Halving pertama. Setelah Halving kedua terjadi, harga tersebut naik menjadi sekitar $400. Karena biaya yang dikeluarkan belum menghasilkan keuntungan, penambang besar dipastikan akan tetap mempertahankan operasinya meskipun penghasilan turun. Sementara itu, jumlah penambang kecil yang tidak efisien akan mengalami penurunan, karena mereka tidak mendapatkan keuntungan setelah Halving berikutnya terjadi.
Bagaimana Harga Bitcoin Setelah Halving 2020?
Karena tidak ada pengurangan Hash yang besar
ketika Halving pertama dan kedua, kita dapat berasumsi bahwa para penambang
besar akan tetap siap untuk menambang Bitcoin meskipun imbalan yang mereka
dapatkan berkurang 50%. Para penambang ini menggantungkan harapan pada kenaikan
harga Bitcoin seperti yang telah terjadi pada dua Halving sebelumnya.
Perlu dicatat bahwa Bitcoin Halving kedua telah
terjadi selama tren kenaikan harga yang mengesankan, dan reli bullish-nya baru
berakhir di penghujung tahun 2017. Berkaca dari pengalaman ini, Halving ketiga
yang akan terjadi pada tahun 2020 kemungkinan besar akan tetap menghasilkan
kenaikan harga Bitcoin, para penambang besar akan tetap bertahan, dan kecepatan
jaringan Bitcoin tidak berkurang terlalu drastis.
Dalam pergerakan harian, harga Bitcoin tidak hanya dipengaruhi oleh Supply, tapi juga oleh sentimen pasar yang mempengaruhi Demand dan analisa teknikal terhadap pergerakan harga secara historis. Informasi lebih lanjut mengenai hal ini bisa Anda temukan dalam Panduan Analisa Untuk Trading Bitcoin.
Dalam pergerakan harian, harga Bitcoin tidak hanya dipengaruhi oleh Supply, tapi juga oleh sentimen pasar yang mempengaruhi Demand dan analisa teknikal terhadap pergerakan harga secara historis. Informasi lebih lanjut mengenai hal ini bisa Anda temukan dalam Panduan Analisa Untuk Trading Bitcoin.

